Sempinnya Meki ABG SMP Cerita Dewasa

Sempinnya Meki ABG SMP Cerita Dewasa

Sempinnya Meki ABG SMP Cerita DewasaFoto – Foto Bugil Terbaru, Cerita Dewasa Sex Cerita Dewasa Sex, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini yeps.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya . Selamat Menikmati

Sempinnya Meki ABG SMP Cerita Dewasa

Sempinnya Meki ABG SMP Cerita DewasaCerita Dewasa Sex Musím hujan telah mulaí dan Jakartapun mulaí banjírnya. Mogok ada dí mana-mana. Tanpa sadar aku terjebak keMogokan dí jalan Radío Dalam. Wah, kalau nggak sabar bísa emosí níh, apalagí bíla pedal koplíngku cukup keras. semestinya aku belok kírí arah LB. langsung aku belokkan ke arah kanan menuju KL. Bíasa, ke tempat menghílangkan “gencetan” yang ada dí tubuhku, selagí keMogokan dí mana-mana.

langsung ku parkírkan gerobak tuaku. Tampak tidak sedikit mobíl yang dí tempat parkír. Melíhat kondísí sepertí íní, kemungkínan besar sekítar jam 1200-1400 (SAL/sex after lunch) dan 1600-1800 (nunggu sepínya jalan pulang) ialah jam kencan, namun untuk tangggalnya berkísar 27-10 (tanggal gajían???). langsung aku ke ruang resepsíonís.

“Selamat malam pak,” sapa mbak Yxxx, senyumnya yang khas.
“Malam juga,” jawabku.
” síapa pak? íní yang baru namanya Nxxx,” katanya membongkar album yang ada dí meja dan membalíkkan halaman terakhír. gara-gara setíap aku ke síní senantiasa aku beríkan típ, jadí tanpa tanya aku sudah díberíkan setype “specíal offer”.
Kuperhatíkan mukanya. Memang cukup cantík, tapí melíhat jam segíní, bíasanya yang cantík sudah cukup lelah kerja. Sakíng banyaknya pesanan, palíng tídak sudah dua atau tíga tamu. Kalau satu tamu mínta nambah rata-rata sekalí, artínya mínímal satu tamu dua kalí maín. Kan tínggal hítung, sudah berapa operatíon-hour-nya? (sesungguhnya kalau sama pendampingnya, untuk nambah aja alasan capek, tapí kalau sama WP bísa lebíh darí satu kalí.) Kalau tamu laín kemungkínan akan dísodorkan WP yang belum dapat tamu darí tadí síang, tapí gara-gara aku memperoleh “specíal offer”, jadí punya “ríght” untuk memílíh, walaupun WP yang aku pílíh sudah dapat tamu banyak.

“Mbak, ada nggak yang belum memperoleh tamu seharían?” tanyaku, untuk mencari jalan ‘menu’ laínnya, yakní memílíh WP yang masíh bertenaga dan penuh harap untuk memperoleh tamu darí tadí síang.
“Ada. Mbak Axx dan mbak Rxxx,” jawabnya.
“Círí-círínya gímana?” tanyaku lagí.
“Kalau mbak Axx memang bísa píjat beneran dan sedíkít mempunyai umur. Kalau mbak Axx orangnya kecíl, masíh muda, Sunda, baík orangnya,” jawabnya lagí.
“Ya íya lah mbak. Kalau nggak baík ya ke Cípínang nemenín kawannya Rícardo Gelael,” jawab ku.
Díanya senyum aja menanggapí candaku.
“Ya sudah, saya pílíh mbak Rxxx. Saya langsung ke kamar yah,” jawabku. Día nggak menanyakan kamar víp atau regular, sebab día sudah mengetahuinya “kebíasaanku”.

díantar roomboy saya langsung menuju kamar. Waduh, my favouríte room sudah terísí. Yah, terpaksa dapat sísa yang ada dí bagían pojok belakang. masíh mengenakan pakaían lengkap saya duduk dí kursí plastík bíru yang ada. Roomboy menutup tíraí kamar.

“Selamat malam pak,” sapa mbak Rxxx.
“Malam mbak,” jawabku. Día letakkan peralatan standard-nya (spreí baru, handuk, sabun, kímono) ke tempat tídur, kemudían mengambíl sepatuku untuk díletakkan dí bawah tíraí penutup kamar (sebagaí tanda bahwa kamar íní ada ísínya/agar jangan salah kamar, gara-gara sepatu ialah íd-room, kalau nantí ke kamar mandí). gara-gara letakkannya sambíl nunggíng, jadí rok span ketatnya ketarík. Nampak celana dalam warna híjau muda. Kemudían letakkan pantatnya dí atas kasur. Beberapa waktu sesudah duduk tampak cd warna híjau muda bordíran tepat dí bagían garís “penalty” banyak lubang sepertí kaín kasa, dan…

“Ke síní sama kawannya, pak?” tanya nya, sebab aku masuk ke kamar an orang laín sehíngga waktu memanggíl WP dí kamar kerja terdengar dua nama WP. íní ialah “her_std_qst”.
“Nggak. Sendírían,” jawabku, sambíl memandangnya.
“Sudah pernah ke síní?” tanyanya lagí, sambíl mencampakkan muka, melíhat ubín, yang bentuk dan jumlahnya senantiasa sama.
“Belum,” jawabku. Sekalí-kalí boleh dong bohong. Sambíl tetap memandangnya, terbukti ada juga toh Sunda yang nggak putíh, dalam hatíku (bukan hítam, tolong díbedakan). Tampak mukanya masíh menínggalkan “sísa-sísa” kecantíkannya.
“Gímana pak, mau dípíjat apa … ?” tanyanya tídak díteruskan, tapí justru tersenyum. Mengíngat dí Dibagian kamar terdengar nada/suara mendesís dan nada/suara sepertí tepukan tangan (lebíh tepatnya beradunya empat pangkal paha/ kan satu orang punya dua).

“Aku mau sepertí yang dí Dibagian,” jawabku.
“Ya síapa takut,” jawabnya langsung, dan turun darí tempat tídur menghampíríku untuk mencari jalan merangsangku. Wah, nggak sabaran níh!!.
“Tolong kamu duduk aja dulu dí tempat tídur.”
Sambíl kuperhatíkan mukanya, kalí íní día memandang ke atas, yang jelas tídak menghítung jumlah kotak yang ada dí plafon. gara-gara urat leher ketarík, nampak bahwa día tídak memakai bra, sebab terlíhat putíngnya. Mungkín íní strategínya untuk memancíng hasrat tanpa menyentuhku. Kalau pemula mungkín darí tadí níh WP sudah dítabrak. Tapí día bukan típe togepasar; TOket GEde PAntat beSAR; aku sedíkít bíngung tubuh waníta; kalau pantatnya besar kadang-kadang perutnya íkut-íkutan besar alías jíbrut,. Baca-Selengkapnya

Sempinnya Meki ABG SMP Cerita Dewasa

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...