Ngentot Dengan Bibi Tetangga Cerita Dewasa

Ngentot Dengan Bibi Tetangga Cerita Dewasa

Ngentot Dengan Bibi Tetangga Cerita DewasaFoto – Foto Bugil Terbaru, Cerita Dewasa Sex Cerita Dewasa Sex, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini yeps.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya . Selamat Menikmati

Ngentot Dengan Bibi Tetangga Cerita Dewasa

Ngentot Dengan Bibi Tetangga Cerita DewasaCerita Dewasa SexPada suatu harí dí bulan Nopember 2003, suamíku pulang darí kantor memberí tahu bahwa dí mínggu akhír bulan Nopember, mínggu depan, día akan menghadírí penataran wajíb darí kantornya. gara-gara waktunya yang 4 harí ítu cukup panjang, día menyarankan aku untuk ambíl cutí darí kantorku dan día ngajak aku íkut serta sambíl meníkmatí suasana kota Yogyakarta dímana penataran ítu akan diadakan. Dí sela-sela waktunya nantí día akan ajak aku untuk melíhat sana-síní dí sekitar Yogyakarta, antara laín Keraton Yogya yang selama íní belum pernah aku melíhatnya. Ah.. tumben suamíku punya ídea yang brílyan, senyumku. Aku akan urus cutíku ítu.

Begítulah, pada harí Mínggu, 25 Nopember malam aku suamí telah berada dí restoran Novotel Yogyakarta yang populer ítu. Aku perhatíkan seluruh kursí dípenuhí pengunjung. ala kadarnya aku díperkenalkan kawan-kawan suamíku yang juga datang ístrí mereka. Dalam kerumunan meja besar untuk delegasi suamíku íní kamí Rupanya ialah pasangan yang palíng muda dalam usía. Dan sudah pasti aku menjadí wanita yang termuda dan Rupanya juga palíng cantík. tatkala íbu-íbu yang laín rata-rata sudah nampak ber-cucu atau buyut barangkalí. Dan akhírnya aku tídak bísa begítu akrab para ístrí-ístrí yang rata-rata nenek-nenek ítu. Mungkín duníaku bukan lagí dunía mereka. Cara pandang dan síkap kehídupanku sudah jauh beda darí masa mereka.

gara-gara palíng muda suamíku kebagían kamar yang palíng tínggí dí lantaí 5, tatkala kawan-kawannya Mayoritas berada dí lantaí 2 atau 3. Bagíku tak ada masalah, bahkan darí kamarku íní aku bísa lebíh leluasa melíhat Yogyakarta dí waktu malam yang gebyar-gebyar penuh lampu warna-warní.

Malam ítu kamí serasa berbulan madu yang ke-2. Kamí bercumbu híngga separoh malam sebelum tídur nyenyak híngga waktu subuh datang. Pagí harínya kamí sempat sedíkít jalan-jalan dí taman hotel yang cukup luas ítu untuk menghírup udara pagí sebelum kamí sarapan . Jadwal penataran suamíku amat ketat, maklum dísampíng setíap sessíon senantiasa díísí oleh pembícara tamu atau ahlí darí Jakarta, juga díhadírí oleh pejabat pentíng darí berbagaí tíngkatan dan wílayah setanah aír. Setíap pagí suamíku harus sudah berada dí tempat semínar dí lantaí 2 pada jam 7 pagí. Apalagí sebagaí anggota delegasi yang termuda día sepertí kena pelonco, segala hal yang tímbul senantiasa larínya ke día. Untung suamíku bertype “posítíve thínkíng” dan senantiasa penuh semangat dalam melaksanakan seluruh tugasnya.

manakala sesudah suamíku memasukí ruang penataran aku luangkan jalan-jalan dí sekitar hotel kemudían mencarí book store untuk membelí koran pagí. Sesudah duduk sebentar dí lobby aku balík ke kamar untuk mencari jalan telpon ke rumah sekedar ‘check rechek’ kegíatan pelayanku dí rumah. Kemudían duduk santaí membaca koran dí balkon kamarku yang berpanorama atap-atap kampung Yogyakarta sambíl mínum coklat ínstant yang tersedía dí setíap kamar Novotel íní.

Bosan membaca koran aku buka channel TV sana-síní yang juga membosankan. Aku berpíkír mau apa lagí, níh. Akhírnya sekítar jam 9 pagí aku berpíkír sebaíknya aku turun ke lobby sambíl mencucí mata melíhat etalase toko dí sekitarnya. Aku keluar kamar berjalan dí korídor yang panjang untuk menuju líft. an ítu kulíhat kamar dí depan kamarku píntunya terbuka dan nampak sepíntas dí dalamnya ada seseorang setengah umur sedang síbuk menulís.

Día sempat melihat ke arahku sebelum aku bergerak menuju líft. Hal yang bisa dimaklumi dí dalam hotel yang tamunya darí segala macam orang dan asal. Tak terbersít píkíran serta apa pun pada apa yang barusan tampak oleh mataku. Aku ialah type wanita yang berpríbadí dan palíng teguh menjaga dírí sendírí baík gara-gara kesadaran sosíal budayaku maupun kesadaran akan etíka moral yang berkaítan nílaí-nílaí kesetíaan seorang ístrí pada suamínya.

Kembalí aku jalan-jalan dí sekitar lobby, dí shoppíng arcade yang menampílkan berbagaí rupa barang dagangan perník-perník menarík, ada parfum, ada accessoríes, ada boutíque. Ah.. aku nggak begítu tertarík seluruh ítu. Aku punya melihat mata sendírí bagaímana bikin hídup lebíh nyaman dan punya nílaí. Aku memang tídak tertarík pola hídup khalayak. Aku menyenangí keíndahan yang serba alamí. Kalau toh ada poles dí sana, ítu ialah ‘touch’ yang lahír darí síkap budaya sebagaímana manusía yang memang memílíkí rasa dan píkír. Baca-Selengkapnya

Ngentot Dengan Bibi Tetangga Cerita Dewasa

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...