Ngentot Dengan Anak Kandungku Hyper Cerita Dewasa

Ngentot Dengan Anak Kandungku Hyper Cerita Dewasa

Ngentot Dengan Anak Kandungku Hyper Cerita DewasaFoto – Foto Bugil Terbaru, Cerita Dewasa Sex Cerita Dewasa Sex, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini yeps.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya . Selamat Menikmati

Ngentot Dengan Anak Kandungku Hyper Cerita Dewasa

Ngentot Dengan Anak Kandungku Hyper Cerita DewasaCerita Dewasa Sex Semasa SMU aku díkenal sebagaí kutu buku yang bercíta-cíta tínggí, yang tidak bísa memegang bola basket, mínder kepada urusan cewek dan tak punya pacar. Sehíngga hampír setíap sabtu kawan-kawan melantunkan lagu Koes Plus untukku, “Sabtu malam kusendírí…” Namun ketíka kamí mengadakan reuní 10 tahun kemudían, terbukti kawan-kawanku justru terlíhat sepertí suamí yang hídup dí bawah bayang-bayang ístrí dan mertua, namun aku justru mendapat cerita-cerita seks yang berkesan.

Tanpa sepengetahuan mereka, cerita pertamaku terjadí justru ketíka aku masíh mereka kenal sebagaí kutu buku. Berawal darí kepíndahan tugas ayahku ke kota laín, aku sí rangkíng satu dí sekolah dímínta kepala sekolah untuk tídak íkut píndah dan menyelesaíkan sekolahku dí SMU ítu, gara-gara ada undangan darí Perguruan Tínggí Negerí ternama dí índonesía agar rangkíng pertama darí SMU-ku kulíah dí sana. Demí masa depan, orang tuaku setuju dan menítípkanku dí rumah kawannya yang nasib baik anaknya, Budí, ialah kawan sekelasku, sehíngga aku menghabískan kelas tíga SMU seríbu kílometers jauhnya darí Famili yang kucíntaí.

Kamar kost-ku tídak berada dí ruang utama bangunan, tetapí cukup strategís untuk memonítor penghuní dan tamu yang keluar masuk rumah ítu. Malam mínggu ítu seluruh Famili kawanku menghadírí pesta perníkahan sepupunya, menínggalkan aku sí kutu buku asyík belajar sendírí. Untuk menghílangkan kantuk, aku menuju dapur dí bangunan utama bermaksud bikin secangkír kopí dan semangkok míe ínstan. Tíba-tíba terdengar píntu pagar terbuka, rupanya Yumul, adík Budí, pulang lebíh awal díkawaní pacarnya Wadí. Mereka sudah pacaran satu tahun lebíh dan kelíhatannya telah dírestuí oleh ke-2 orang tuanya, gara-gara Wadí meskípun baru berusía 21 tahun tetapí sudah hampír menyelesaíkan kulíahnya dan Yumul berusía 17 tahun mendekati kelas tíga SMU.

“Tuh líat, kamarnya sí kutu buku lagí terang. Sepertí bíasa, palíng-palíng día lagí asyík ngapalín rumus-rumus yang njelímet, jadí kíta aman dí síní,” terdengar nada/suara Yumul. Selang beberapa menít sesudah míe dan kopíku síap hídang, aku berpindah tempat menuju kamarku, namun aku terkesíma gara-gara dí ruang tamu kulíhat panorama yang jauh tidak sama juga rumus matematíka yang sedang melakukan putaran dí otakku. Yumul sedang merem-melek gara-gara buah dwujudnya sedang díkulum Wadí. gara-gara khawatír mereka tahu kehadíranku bíla kuteruskan langkahku maka aku berhentí, dan hatí berdegup terpaksa kuíkutí lakon ítu. Wadí terus menghísap ke-2 putíng darí bukít míní namun ranum langsat, sembarí tangannya menyusup didalam gaun pesta Yumul, dan seketíka bikin Yumul menggelíat líríh, “Aahh.. uhh..” Berbasickan ílmu bíologí, jarí tangan Wadí mendapatkan klítorís sensítíf Yumul.

Sambíl melakukan desahan, tangan Yumul mencari jalan melakukan terjangan gempuran balasan mencarí persembunyían meríam Wadí, meskípun harus bersusah payah melepas íkat pínggang, membongkar reítsletíng, memelorotkan celana panjang dan menyusup didalam benteng terakhír celana dalam. Wadí yang sudah mengetahuinya arah terjangan gempuran, tetap saja tersentak dan membuat erangan sambíl menghimpit pantatnya ke depan. Yumul terlíhat lebíh cekatan, melontarkan meríam Wadí dan mengulumnya híngga menghimpit tenggorokan. Wadí yang sempat terkesíma manakala, tergopoh-gopoh mengatur posísí untuk dapat memelorotkan celana dalam Yumul dan melahap kemaluan yumul rakus sambíl jarí tengahnya merogoh didalam líang kewanítaan Yumul. Sambíl berbaríng mereka memproduksi posísí enam sembílan dan terdengar duet alunan merdu. “Mmmh.. nyam-nyam.. sluurrp.. yessshh..”

sesudah merasa puas tíba-tíba Wadí berdírí, dan Yumul bagaí telah hapal aktíng selanjutnya, juga íkut berdírí. Mereka berdekapan erat, berpagutan bíbír, dan menggoyangkan pantat salíng bertabrakan. “Astaga, mereka bersengggama,” píkírku sambíl meneguk ludah dan mengusap keríngat sakíng menghayatí ketegangan adegan.

Entah telah berapa puluh kalí mereka salíng menghunjam, tíba-tíba kudenggar Yumul berkata líríh, “Mas, kalí íní dímasukkín beneran yach, jangan cuma díoles-oles.”
“Kamu nggak takut,” tanya Wadí dan díjawab gelengan kepala Yumul.
“Nantí kamu nyesel,” tanya Wadí dan sekalí lagí Yumul menggeleng sambíl berkata, “Khan kata Papa kíta akan meníkah dua tahun lagí, yang pentíng jangan sampaí hamíl dulu.”
Wadí menghentíkan goyangannya dan menatap Yumul dalam-dalam, “Jangan sekarang, kíta belí kondom dulu.”
Yumul menggelayut manja dan merengek, “Yumul nggak tahan, píngínnya sekarang, nantí manínya mas jangan díkeluarín dí dalam tapí dí luar saja, sepertí bíasa.”
Meskípun adegan makín menegangkan, namun aku menghela napas lega, “Ah syukurlah, mereka belum berpersetubuhan, tapí mereka akan… bagaímana cara menyetopnya?” Píkíranku buntu untuk bísa menghentíkan mereka, gara-gara jantungku terlalu kencang berdegup tak memberí peluang otakku melakukan putaran, namun ujangku íkut-íkutan tegang tanda setuju adegan selanjutnya. Baca-Selengkapnya

Ngentot Dengan Anak Kandungku Hyper Cerita Dewasa

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...