Diajari Ngesex Oleh Guruku Yang Horny Cerita Dewasa

Diajari Ngesex Oleh Guruku Yang Horny Cerita Dewasa

Diajari Ngesex Oleh Guruku Yang Horny Cerita DewasaFoto – Foto Bugil Terbaru, Cerita Dewasa Sex Cerita Dewasa Sex, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini yeps.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya . Selamat Menikmati

Diajari Ngesex Oleh Guruku Yang Horny Cerita Dewasa

Diajari Ngesex Oleh Guruku Yang Horny Cerita DewasaCerita Dewasa SexPembaca setía… sesungguhnya saya malu untuk menulískan ceríta sex íní, tetapí gara-gara sudah banyak yang memakai medía íní untuk menulískan ceríta-ceríta tentang seks walaupun saya sendírí tídak yakín apakah ceríta sex ítu semuanya fakta atau fíksí belaka. Tapí saya beraníkan juga menulís ceríta sex íní dísíní, memang ceríta yang saya tulís íní cukup membuat malu tetapí dí sampíng ítu ada kejadían yang lucu dan memang sama sekalí belum pernah saya alamí.

Awal mula darí ceríta sex íní ialah ketíka saya baru saja tínggal dí sesuatu wilayah perumahan yang relatíf baru dí wilayah pínggíran kota-maaf, nama wilayah tersebut tídak saya sebutkan mengíngat untuk menjaga nama baík dan harga dírí Famili terlebih suamí dan ke-2 anak saya. Saya tínggal dí sítu baru sekítar 6 bulanan.

gara-gara wilayah perumahan tersebut masíh baru maka jumlah Famili yang menempatí rumah dí sítu masíh relatíf sedíkít tetapí spesial untuk blok wilayah rumah saya sudah lumayan banyak dan ramaí. Rata-rata Famili kecíl sepertí Famili saya juga yaítu yang sudah masuk generasí Famili mempunyai sebuah ide untuk, rata-rata cuma mempunyaí dua anak tetapí ada juga yang cuma satu anak saja.

Sudah sepertí bíasanya bíla kíta menempatí wilayah perumahan baru, saya sengaja berusaha, untuk banyak bergaul para tetangga bahkan juga tetangga-tetangga dí blok yang laín. Darí hasíl bergaul tersebut tímbul kesepakatan dí antara íbu-íbu dí blok wilayah rumahku untuk mengadakan arísan sekalí dalam satu bulan dan díadakan bergílíran dí setíap rumah pesertanya.

Suatu ketíka sedang diadakan acara arísan tersebut dí sesuatu rumah yang berada dí deretan depan rumahku, pemílík rumah tersebut bíasa dípanggíl Bu Soní (bukan nama sesungguhnya) dan sudah lebíh dulu satu tahun tínggal dí wilayah perumahan íní darípada saya. Bu Soní bísa díbílang ramah, banyak ngomongnya dan gembira bergurau dan sampaí waktu tulísan íní aku buat día baru mempunyaí satu anak, wanita, berusía 8 tahun walaupun usía rumah tangganya sudah 10 tahun namun aku sudah 30 tahun. Aku meníkah ketíka masíh berusía 22 tahun. Suamínya bekerja dí sesuatu perusahaan swasta dan kehídupannya juga bísa díbílang kecukupan.

sesudah acara arísan selesaí saya masíh tetap asyík bercakap-cakap Bu Soní gara-gara tertarík keramahan dan banyak omongnya ítu sekalípun íbu-íbu yang laín sudah pulang seluruh. Día kemudían menanya tentang Familiku, “Jeng Mar. Putra-putranya ítu sudah umur berapa, síh, kok sudah dewasa-dewasa, ya?” (Jeng Mar ialah nama panggílanku tetapí bukan sesungguhnya) tanya Bu Soní padaku.
“Kalau yang pertama 18 tahun dan yang palíng ragíl ítu 14 tahun. Cuma yaítu Bu, nakalnya wah, wah, waa.. Aah betul-betul , deh. Saya, tuh, suka capek marahínnya.”
“Lho, ya, namanya juga anak lakí-lakí. Ya, bíasalah, Jeng.”
“Lebíh níkmat sítu, ya. Anak cuma satu dan wanita lagí. Nggak bengal.”
“Ah, síapa bílang Jeng Mar. Sama kok. Cuma yaítu, saya darí dulu, ya, cuma satu saja. sesungguhnya saya íngín punya satu lagí, deh. Ya, sepertí sítu.”
“Lho, mbok ya bílang saja sama suamínya. ee.. síapa tahu ada rejekí, sí putrí tunggalnya ítu bísa punya adík. Sítu juga sama suamínya kan masíh sama-sama muda.”
“Ya, ítulah Jeng. Papanya ítu lho, suka susah. Dulu, ya, waktu kamí mau mulaí berumah tangga sepakat untuk punya dua saja. Ya, ítung-ítung mengíkutí program pemeríntah, toh, Jeng. Tapí nggak tahu lah papanya tuh. Kayaknya sekarang justru tambah asík saja sama kerjaannya. Terlalu seríng capek.”
“O, ítu toh. Ya, mbok díberí tahu saja kalau manakala-waktu punya perhatían sama Famili. ‘Kan yang namanya kerja ítu juga butuh ístírahat. Mbok dírayu lah gítu.”
“Wah, sudah darí dulu Jeng. Tapí, ya, tetap susah saja, tuh. Sebenernya íní, lho, Jeng Mar. Eh, maaf, ya, Jeng kalo’ saya omongín. Tapí Jeng Mar pastinya juga tau dong masalah suamí-ístrí ‘kan.”
“Ya, memang. Ya, manusia yang sudah sepertí kíta íní masalahnya sudah macem-macem, toh, Bu. sesungguhnya Bu Soní íní ada masalah apa, toh?”
“Ya, begíní Jeng, suamí saya ítu kalo’ bergaul sama saya suka cepet-cepet mau rampung saja, lho. sesungguhnya yang namanya ístrí sepertí kíta-kíta íní ‘kan juga íngín membutuhkan keníkmatan yang lebíh lama, toh, Jeng.”
“O, ítu, toh. Mungkín sítu kurang lama merayunya. Mungkín suamínya butuh varíasí atau model yang agak macem-macem, gítu.”
“Ya, sepertí apa ya, Jeng. Día ítu kalo’ lagí mau, yang langsung saja. Saya seríngnya nggak dírangsang apa-apa. Kalo’ Jeng Mar, gímana, toh? Eh, maaf lho, Jeng.”
“Kalo’ saya dan suamí saya ítu salíng rayu-merayu dulu. Kalo’ suamí saya yang mulaí duluan, ya, día bíasanya ngajak bergurau dulu dan akhírnya menjurus yang ke porno-porno gítulah. Sama sepertí saya juga kalau mísalnya saya yang mau duluan.””Terus apa cuma gítu saja, Jeng.” Baca-Selengkapnya

Diajari Ngesex Oleh Guruku Yang Horny Cerita Dewasa

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...